Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - 2 Kecelakaan Pelayaran Terjadi dalam Waktu Dekat,

2 Kecelakaan Pelayaran Terjadi dalam Waktu Dekat,

2 Kecelakaan Pelayaran Terjadi dalam Waktu Dekat,



DOMINO99 - Moda transportasi air di Indonesia kembali menjadi sorotan, setelah beberapa kecelakaan pelayaran terjadi dalam waktu dekat dan menelan korban jiwa. Berbagai penyebab kecelakaan pelayaran pun diungkapkan mulai dari faktor pendukung keselamatan kapal hingga faktor cuaca buruk. Namun sebenarnya apa yang salah dari berbagai kecelakaan pelayaran ini?

Publik awalnya dihebohkan dengan tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, Sumatera Utara pada Senin 18 Juni 2018 lalu. 18 Penumpang selamat dan 3 penumpang meninggal dunia berhasil dievakuasi serta 180 penumpang lainnya hilang.

Sesaat setelah kejadian, laporan korban hilang akibat tenggelamnya KM Sinar Bangun sempat simpang siur. Hal ini karena kapal tersebut berlayar dengan tidak memiliki data manifest penumpang.

"Kalau saya dengar dari posko, sampai dengan tadi siang ini yang lapor keluarganya yang hilang itu 192. Lapor nih, di Pelabuhan Tigaras, Danau Toba," kata Kabasarnas Marsekal Madya M Syaugi di Kementerian Perhubungan, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6).

Terpisah, Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso mengatakan korban hilang penumpang KM Sinar Bangun yang tenggelam berjumlah 186. Sebanyak 94 orang teridentifikasi, sedangkan 92 orang belum diketahui identitasnya.

"Hilang sudah teridentifikasi 94 orang. Yang belum teridentifikasi 92 orang. Itu data terakhir yang diterima tim SAR," kata Agus di Posko Mudik Nasional Kemenhub (20/6).

Selain itu, KM Sinar Bangun juga berlayar dengan membawa penumpang melebihi kapasitasnya yang hanya berjumlah 43 orang. "Berkaitan dengan kapasitas, kapal ini kapasitas adalah 43 orang," kata Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam jumpa pers di kantor Kemenhub, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (20/6).

Pencarian 180 orang korban hilang KM Sinar Bangun pun resmi ditutup pada Selasa (3/6) kemarin. Di hari yang sama, kecelakaan pelayaran kembali terjadi di perairan Selayar, Sulawesi Selatan.

Kapal jenis roro, KM Lestari Maju, kandas setelah setelah dihantam cuaca buruk saat berlayar. Kapal penyeberangan tujuan Pamatata, yang dinakhodai Agus Susanto itu diterpa ombak tinggi hingga air masuk ke kapal. Air masuk ke dalam kapal hingga akhirnya nakhoda mengandaskan kapal sekitar 300 meter dari Pantai Pa'badilang.

Kapal ini mengangkut 139 penumpang dan total 48 kendaraan. Akibat peristiwa ini 27 orang meninggal.

Data sementara masuk kepada kami berjumlah 27 orang yang meninggal dunia" kata Kepala UPT ASDP Bira, Nurjang di lokasi, Rabu (3/7/2018).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.