Aksi Biadab HB, Sodomi dan Bunuh Anak Balitanya Sendiri
Agen Bandar66 - Tak biasanya, HB tiba-tiba mengajak anaknya yang masih balita ke Pantai Losari, Makassar. Sepulang dari Losari, HB mengatakan anaknya itu meninggal dunia karena jatuh dari motornya.
Bocah itu sempat dibawa ke Rumah Sakit Syekh Yusuf Gowa, tapi nyawanya tidak terselamatkan lagi. Tubuh balita itu dilaporkan lebam-lebam.
Namun kepolisian tidak percaya begitu saja. Proses autopsi dilakukan terhadap jenazah balita tersebut. .
Hasilnya, balita itu tewas dianiaya HB. Tak hanya dianiaya, balita itu juga disodomi HB, yang tak lain adalah ayahnya.
"Kita mendapat informasi ada anak yang meninggal dengan banyak luka lebam di tubuh," kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga kepada ludoqqcom, Minggu, 6 Mei lalu.
Dari hasil autopsi, polisi juga menyebut adanya kekerasan seksual pada balita tersebut. HB disebut polisi memasukkan potongan ranting ke anus anaknya.
"Korban juga mendapatkan kekerasan seksual dengan sebuah potongan ranting, dimasukkan ke dubur korban. Pelaku ada niat menyetubuhi korban," kata Shinto.
Berdasarkan pemeriksaan tim dokter kepolisian, tubuh balita itu penuh luka. HB mengaku memukuli anaknya di bagian kepala dan telinga.
"Bahkan, ketika di rumah, korban yang sedang tidur dan ngompol juga dicubit dan digigit oleh pelaku," kata Shinto.
Saat ini polisi masih mengembangkan perkara tersebut. Selain itu, polisi berkonsultasi dengan tim psikolog terkait kesehatan jiwa HB.
"Penyidik akan berkonsultasi dengan tim psikolog RS Bhayangkara Polda Sulsel untuk menganalisis kesehatan psikologi tersangka," ucap Shinto.
HB, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, kini mengaku menyesal. HB mengaku tega melakukan perbuatan biadab itu karena sering ditolak istrinya berhubungan badan. Di sisi lain, HB mengatakan sang anak lebih dekat dengan istrinya dibanding dengannya.
"Saya menyesal Pak. Saya sangat menyesal," kata HB sambil terisak di Polres Gowa.
"Istri saya selalu bilang, 'Sebentar, sebentar...,'" sambung HB.
"Kita mendapat informasi ada anak yang meninggal dengan banyak luka lebam di tubuh," kata Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga kepada ludoqqcom, Minggu, 6 Mei lalu.
Dari hasil autopsi, polisi juga menyebut adanya kekerasan seksual pada balita tersebut. HB disebut polisi memasukkan potongan ranting ke anus anaknya.
"Korban juga mendapatkan kekerasan seksual dengan sebuah potongan ranting, dimasukkan ke dubur korban. Pelaku ada niat menyetubuhi korban," kata Shinto.
Berdasarkan pemeriksaan tim dokter kepolisian, tubuh balita itu penuh luka. HB mengaku memukuli anaknya di bagian kepala dan telinga.
"Bahkan, ketika di rumah, korban yang sedang tidur dan ngompol juga dicubit dan digigit oleh pelaku," kata Shinto.
Saat ini polisi masih mengembangkan perkara tersebut. Selain itu, polisi berkonsultasi dengan tim psikolog terkait kesehatan jiwa HB.
"Penyidik akan berkonsultasi dengan tim psikolog RS Bhayangkara Polda Sulsel untuk menganalisis kesehatan psikologi tersangka," ucap Shinto.
HB, yang telah ditetapkan sebagai tersangka, kini mengaku menyesal. HB mengaku tega melakukan perbuatan biadab itu karena sering ditolak istrinya berhubungan badan. Di sisi lain, HB mengatakan sang anak lebih dekat dengan istrinya dibanding dengannya.
"Saya menyesal Pak. Saya sangat menyesal," kata HB sambil terisak di Polres Gowa.
"Istri saya selalu bilang, 'Sebentar, sebentar...,'" sambung HB.



Tidak ada komentar