DOMINO99 - Pedagang Keong Racun di Sukabumi Diburu Polisi
Pedagang Keong Racun di Sukabumi Diburu Polisi
Pedagang Keong Racun di Sukabumi Diburu Polisi
DOMINO99 - Polisi memburu pedagang makanan tutut atau keong sawah yang diduga memicu keracunan massal di Desa Sukamanis dan Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan pedagang tutut tersebut selama ini langganan warga setempat.
"Langganan warga, pada Minggu (22/7) warga seperti biasa membeli penganan keong sawah itu untuk dikonsumsi. Namun pada malam harinya satu persatu warga mulai merasakan gejala keracunan," kata Susatyo kepada LUDOINFO, Selasa (24/7/2018).
Korban keracunan keong itu usianya beragam. "Korban mayoritas masih berstatus kerabat dekat, sama-sama menyantap panganan itu. Namun waktu merasakan efek (racun) berbeda, ada yang malam harinya, besok paginya bahkan ada yang baru hari tadi merasakan efeknya. Korban paling muda berusia empat tahun," tuturnya.
Polisi sudah mengetahui sosok penjual keong sawah yang membuat warga tumbang karena keracunan. "Informasi dan identitas penjual sudah kita kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk barang bukti berupa sampel makanan sudah kita amankan, sebagian sampel kita kordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk cek lab," ucap Susatyo.
Polisi mencatat korban keracunan ini berjumlah 45 orang. Kini mereka menjalani perawatan medis oleh empat rumah sakit di Sukabumi.
Pedagang Keong Racun di Sukabumi Diburu Polisi
DOMINO99 - Polisi memburu pedagang makanan tutut atau keong sawah yang diduga memicu keracunan massal di Desa Sukamanis dan Citamiang, Kecamatan Kadudampit, Kota Sukabumi, Jawa Barat. Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo mengatakan pedagang tutut tersebut selama ini langganan warga setempat.
"Langganan warga, pada Minggu (22/7) warga seperti biasa membeli penganan keong sawah itu untuk dikonsumsi. Namun pada malam harinya satu persatu warga mulai merasakan gejala keracunan," kata Susatyo kepada LUDOINFO, Selasa (24/7/2018).
Korban keracunan keong itu usianya beragam. "Korban mayoritas masih berstatus kerabat dekat, sama-sama menyantap panganan itu. Namun waktu merasakan efek (racun) berbeda, ada yang malam harinya, besok paginya bahkan ada yang baru hari tadi merasakan efeknya. Korban paling muda berusia empat tahun," tuturnya.
Polisi sudah mengetahui sosok penjual keong sawah yang membuat warga tumbang karena keracunan. "Informasi dan identitas penjual sudah kita kantongi. Saat ini masih dalam pengejaran petugas. Untuk barang bukti berupa sampel makanan sudah kita amankan, sebagian sampel kita kordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk cek lab," ucap Susatyo.
Polisi mencatat korban keracunan ini berjumlah 45 orang. Kini mereka menjalani perawatan medis oleh empat rumah sakit di Sukabumi.



Tidak ada komentar