DOMINO99 - Terharu dengan Sang Suami gendong Istrinya yang sakit dengan Keliling Dunia
DOMINO99 - Terharu dengan Sang Suami gendong Istrinya yang sakit dengan Keliling Dunia
DOMINO99 - Baru-baru ini, dia membawa istrinya yang berusia 53 tahun ke Gunung Huangshan di Provinsi Anhui, China tenggara. Gunung tersebut merupakan situs warisan dunia UNESCO. Perjalanannya tersebut dilakukan pada Minggu, 22 Juli 2018.
Dikutip dari Ludoqq, sebuah video menunjukkan Wang menuruni tangga salah satu dari 10 gunung terkenal di China dengan istrinya terikat di punggungnya. Menurut Wang, itu dilakukan untuk membahagiakan sang istri.
“Dunia ini begitu luas dan saya ingin membawanya untuk menunjukkannya, sehingga dia tidak akan meninggal dengan penyesalan. Saya ingin memberinya kehidupan yang lebih bermakna,” katanya.
Penyakit ini sangat mempengaruhi saraf di otak dan sumsum tulang belakang, yang bertugas menyampaikan pesan untuk memberitahu otot apa yang harus dilakukan. Kerusakan pada saraf motorik yang akhirnya berhenti bekerja ini secara bertahap kehilangan kekuatan mereka, sehingga membuat penderitanya lumpuh.
“Saya tahu tidak ada harapan besar dari dirinya untuk pulih dari penyakit ini. Jadi saya membawanya melakukan perjalanan demi melihat dunia,” ujar dia.
Pasangan yang tidak memiliki anak tersebut sudah pernah ke beberapa tempat dan menjelajahi sejumlah situs, seperti Istana Potala di Lhasa dan Hohxil di dataran tinggi Tibet. Mereka belum memutuskan ke mana tujuan mereka berikutnya, tetapi Wang akan membawa istrinya di punggungnya ke mana pun dia pergi.
DOMINO99 - Terharu dengan Sang Suami gendong Istrinya yang sakit dengan Keliling Dunia
DOMINO99 - Baru-baru ini, dia membawa istrinya yang berusia 53 tahun ke Gunung Huangshan di Provinsi Anhui, China tenggara. Gunung tersebut merupakan situs warisan dunia UNESCO. Perjalanannya tersebut dilakukan pada Minggu, 22 Juli 2018.
Dikutip dari Ludoqq, sebuah video menunjukkan Wang menuruni tangga salah satu dari 10 gunung terkenal di China dengan istrinya terikat di punggungnya. Menurut Wang, itu dilakukan untuk membahagiakan sang istri.
“Dunia ini begitu luas dan saya ingin membawanya untuk menunjukkannya, sehingga dia tidak akan meninggal dengan penyesalan. Saya ingin memberinya kehidupan yang lebih bermakna,” katanya.
Penyakit ini sangat mempengaruhi saraf di otak dan sumsum tulang belakang, yang bertugas menyampaikan pesan untuk memberitahu otot apa yang harus dilakukan. Kerusakan pada saraf motorik yang akhirnya berhenti bekerja ini secara bertahap kehilangan kekuatan mereka, sehingga membuat penderitanya lumpuh.
“Saya tahu tidak ada harapan besar dari dirinya untuk pulih dari penyakit ini. Jadi saya membawanya melakukan perjalanan demi melihat dunia,” ujar dia.
Pasangan yang tidak memiliki anak tersebut sudah pernah ke beberapa tempat dan menjelajahi sejumlah situs, seperti Istana Potala di Lhasa dan Hohxil di dataran tinggi Tibet. Mereka belum memutuskan ke mana tujuan mereka berikutnya, tetapi Wang akan membawa istrinya di punggungnya ke mana pun dia pergi.



Tidak ada komentar