Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - Akibat Peminjaman Motor kepada Teroris bisa Berujung ke Penjara

DOMINO99 - Akibat Peminjaman Motor kepada Teroris bisa Berujung ke Penjara

DOMINO99 - Akibat Peminjaman Motor kepada Teroris bisa Berujung ke Penjara



DOMINO99 - Dalam kasus penembakan  dua anggota Polantas Cirebon di Tol Cipali, Jawa Barat, beberapa waktu lalu, polisi telah menangkap tiga pelaku, yakni Rajendra Sulistiyanto alias RS, Ica Ardeboran alias IA, dan Suherman alias S.

Polisi juga menangkap empat orang lainnya yang diduga membantu aksi teror tersebut, meski sebenarnya mereka tak terlibat langsung menembak polisi.Keempat pelaku masing-masing berinisial C, G, KA, dan MU.

"Masih ada beberapa (buron) tapi tidak langsung membantu dan turut serta," katanya.

Rajendra, eksekutor penembakan dua polantas di Tol Cipali diketahui sebagai anggota Jamaah Anshor Daulah (JAD) Cirebon. Setidaknya dia terlibat empat aksi teror selama 2018, mulai dari penyerangan Mako Brimob Depok, pembacokan anggota Polsek Bulakamba Brebes, pembacokan anggota Polresta Cirebon, dan penembakan dua polantas di Tol Cipali.

Polisi menduga, sederet aksi teror tersebut sebagai bentuk balas dendam atas penangkapan mertuanya Ahmad Surya bersama Ketua JAD Cirebon Heru Komarudin, Suki, dan Sandi atas kasus penyerangan Mako Brimob, Depok.

"S tidak bisa berikan data tapi yang jelas lebih dari 350 orang ditangkap. Ini ada barang bukti. Begitu selesai UU (disahkan), kita bergerak itu yang potensial melakukan aksi. Enggak ada barang bukti kalau dia JAD, kena. Kita fokus ke yang ada barang bukti dahulu sambil nunggu rumah tahanan jadi," ucap Setyo.

Sebelumnya, dua anggota Subdit Patroli Jalan Raya (PJR) Ditlantas Polda Jawa Barat Ipda (Anumerta) Dodon Kusdianto dan Aiptu Widi Harjana ditembak sekelompok orang saat berpatroli di Tol Cipali pada Jumat 24 Agustus 2018 malam. Dodon meninggal dunia beberapa hari kemudian setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Belakangan diketahui, pelaku merupakan anggota JAD Cirebon. Mereka diduga melakukan aksi itu sebagai bentuk balas dendam atas penangkapan yang dilakukan Densus 88 Polri terhadap keluarganya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.