DOMINO99 - Dua Mayat di Kebun Sawit Ternyata Pasutri, Diduga Korban Pembunuhan
Dua Mayat di Kebun Sawit Ternyata Pasutri, Diduga Korban Pembunuhan
Dua Mayat di Kebun Sawit Ternyata Pasutri, Diduga Korban Pembunuhan
DOMINO99 - Misteri penemuan dua mayat di kebun sawit Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan, Minggu, 21 Oktober 2018, sudah terkuak.
Ternyata, mayat laki-laki dan perempuan itu adalah pasangan suami istri yakni pasangan Sukirman (50) dan Misinem (45), warga Kampung Marga Kencana, Desa Way Abung, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat.
Identitas keduanya terungkap setelah pihak keluarga mendatangi dan menjemput kedua jenazah di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) pada Minggu malam.
Teknisi Forensik Instalasi Kamar Mayat RSUAM Amri Manik mengatakan, kedua jenazah sudah diambil pihak keluarga.
"Ya sudah dibawa pulang semalam oleh keluarganya. Langsung dari Way Abung, Tulangbawang Barat," ungkapnya, Senin, 22 Oktober 2018.
Amri mengatakan, berdasar keterangan pihak keluarga, pasutri itu sudah menghilang sejak Rabu, 17 Oktober 2018 lalu.
"Jadi kemarin, jam tiga sore, jenazah diserahkan ke kami. Jam 11 (malam) keluarga sudah menjemput untuk dibawa ke Way Abung," paparnya.
Amri mengatakan, berdasar pemeriksaan, pada tubuh pasutri itu ditemukan luka akibat benda tajam.
Dua Mayat di Kebun Sawit Ternyata Pasutri, Diduga Korban Pembunuhan
DOMINO99 - Misteri penemuan dua mayat di kebun sawit Desa Rejosari, Natar, Lampung Selatan, Minggu, 21 Oktober 2018, sudah terkuak.
Ternyata, mayat laki-laki dan perempuan itu adalah pasangan suami istri yakni pasangan Sukirman (50) dan Misinem (45), warga Kampung Marga Kencana, Desa Way Abung, Kecamatan Tulangbawang Udik, Tulangbawang Barat.
Identitas keduanya terungkap setelah pihak keluarga mendatangi dan menjemput kedua jenazah di Rumah Sakit Umum Abdul Moeloek (RSUAM) pada Minggu malam.
Teknisi Forensik Instalasi Kamar Mayat RSUAM Amri Manik mengatakan, kedua jenazah sudah diambil pihak keluarga.
"Ya sudah dibawa pulang semalam oleh keluarganya. Langsung dari Way Abung, Tulangbawang Barat," ungkapnya, Senin, 22 Oktober 2018.
Amri mengatakan, berdasar keterangan pihak keluarga, pasutri itu sudah menghilang sejak Rabu, 17 Oktober 2018 lalu.
"Jadi kemarin, jam tiga sore, jenazah diserahkan ke kami. Jam 11 (malam) keluarga sudah menjemput untuk dibawa ke Way Abung," paparnya.
Amri mengatakan, berdasar pemeriksaan, pada tubuh pasutri itu ditemukan luka akibat benda tajam.



Tidak ada komentar