DOMINO99 - Kesaksian Pemilik Kos soal Anak Tewas Disiksa Pacar Ibunya, Ketakutan dan Suara Tangisan Dini Hari
Kesaksian Pemilik Kos soal Anak Tewas Disiksa Pacar Ibunya, Ketakutan dan Suara Tangisan Dini Hari
DOMINO99 - Bocah berusia 2 tahun berinisial B tewas usai disiksa pacar ibunya di sebuah kamar kos di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).
Atas kasus tersebut, pelaku yang berinsial GN (28) telah ditangkap di daerah Bekasi, Selasa (16/10/2018).
melansir KARTULUDO Rabu (17/10/2018), Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pelaku telah menganiaya korban sejak September.
Anak pemilik kontrakan, Rully Ismayanti dan Nur Fitri membeberkan perilaku DS, ibu B.
Ismayanti mengungkapkan DS sangat tertutup dan hanya keluar pagi hari saat membeli sayur dan membuang sampah.
Sementara GN jarang terlihat karena pergi pagi dan pulang larut malam.
Ismayanti mengaku awalnya tak mengetahui DS mengontrak bersama anaknya, dan GN.
Ismayanti baru mengetahui setelah anak DS bermain dengan anaknya.
Menurut Ismayanti, DS cuek terhadap anaknya, terlihat saat anaknya keluar dari kontrakannya.
Dia menjelaskanya, kontrakan DS berada di lantai atas sehingga membuat B harus turun tangga jika ingin bermain dengan teman-temannya.
"Anaknya yang selalu main di sini, di halaman bawah sama anak saya. Malah jadi kita yang kontrol anaknya, misalnya ketika ingin turun tangga keluar rumah," katanya.
Ismayanti menjelaskan, B sempat terlihat ketakutan saat bersama ibunya.
Saat itu dia melihat ada bekas luka lebam yang besar di pipi B.
Ismayanti pun bertanya pada DS tentang pipi B.
DS menjawab jika anaknya jatuh dari tangga.
Saat dipanggil ibunya, B terlihat takut dan enggan pergi malah bersembunyi ke belakang Ismayanti.
Selain luka lebam, Ismayanti mengatakan pernah ada luka lecet di pipi B.
DS mengatakan, luka lecet pada pipi B tersebut akibat terkena air panas dispenser.
Ismayanti pun merasa janggal akan hal tersebut.
Semakin hari, pipi B semakin terlihat bengkak.
Dia juga menjelaskan sering mendengar suara tangisan hampir setiap hari, bahkan terkadang terdengar seperti ditutupi tangan.
Pada saat penyiksaan, Minggu (14/10/2018) sekitar pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, Nur Fitri mengaku mendengar suara tangisan pada tengah malam.
Namun, dia tak menyangka ternyata B dianiaya.
"Ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih selektif dan sigap. Baik saya atau keluarga, tidak ingin kejadian ini terulang lagi," katanya dikutip dari KARTULUDO.COM
Kasus penganiayaan terhadap balita sebelumnya pernah terjadi di Kawarang.
Balita berusia 1,3 tahun yang sebelumnya koma di RSUD Karawang meninggal dunia Minggu (25/3/2018).
Namun, bedanya balita tersebut dianiaya oleh ibunya SN alias S (27).
Sebelumnya diberitakan pelaku menuduh sang pacarlah yang menganiaya buah hatinya, tetapi hasil penyelidikan membuktikan sebaliknya.
Dilansir dari KARTULUDO, penganiayaan dilakukan di Kampung Iplik, Mekarjati, Karawang.
SN menganiaya bayinya sejak Februari - Maret 2018.
Kesaksian Pemilik Kos soal Anak Tewas Disiksa Pacar Ibunya, Ketakutan dan Suara Tangisan Dini Hari
DOMINO99 - Bocah berusia 2 tahun berinisial B tewas usai disiksa pacar ibunya di sebuah kamar kos di Kelurahan Bantarjati, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat, Minggu (14/10/2018).
Atas kasus tersebut, pelaku yang berinsial GN (28) telah ditangkap di daerah Bekasi, Selasa (16/10/2018).
melansir KARTULUDO Rabu (17/10/2018), Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya mengatakan, pelaku telah menganiaya korban sejak September.
Anak pemilik kontrakan, Rully Ismayanti dan Nur Fitri membeberkan perilaku DS, ibu B.
Ismayanti mengungkapkan DS sangat tertutup dan hanya keluar pagi hari saat membeli sayur dan membuang sampah.
Sementara GN jarang terlihat karena pergi pagi dan pulang larut malam.
Ismayanti mengaku awalnya tak mengetahui DS mengontrak bersama anaknya, dan GN.
Ismayanti baru mengetahui setelah anak DS bermain dengan anaknya.
Menurut Ismayanti, DS cuek terhadap anaknya, terlihat saat anaknya keluar dari kontrakannya.
Dia menjelaskanya, kontrakan DS berada di lantai atas sehingga membuat B harus turun tangga jika ingin bermain dengan teman-temannya.
"Anaknya yang selalu main di sini, di halaman bawah sama anak saya. Malah jadi kita yang kontrol anaknya, misalnya ketika ingin turun tangga keluar rumah," katanya.
Ismayanti menjelaskan, B sempat terlihat ketakutan saat bersama ibunya.
Saat itu dia melihat ada bekas luka lebam yang besar di pipi B.
Ismayanti pun bertanya pada DS tentang pipi B.
DS menjawab jika anaknya jatuh dari tangga.
Saat dipanggil ibunya, B terlihat takut dan enggan pergi malah bersembunyi ke belakang Ismayanti.
Selain luka lebam, Ismayanti mengatakan pernah ada luka lecet di pipi B.
DS mengatakan, luka lecet pada pipi B tersebut akibat terkena air panas dispenser.
Ismayanti pun merasa janggal akan hal tersebut.
Semakin hari, pipi B semakin terlihat bengkak.
Dia juga menjelaskan sering mendengar suara tangisan hampir setiap hari, bahkan terkadang terdengar seperti ditutupi tangan.
Pada saat penyiksaan, Minggu (14/10/2018) sekitar pukul 00.00 WIB sampai 06.00 WIB, Nur Fitri mengaku mendengar suara tangisan pada tengah malam.
Namun, dia tak menyangka ternyata B dianiaya.
"Ini menjadi pelajaran bagi kami agar lebih selektif dan sigap. Baik saya atau keluarga, tidak ingin kejadian ini terulang lagi," katanya dikutip dari KARTULUDO.COM
Kasus penganiayaan terhadap balita sebelumnya pernah terjadi di Kawarang.
Balita berusia 1,3 tahun yang sebelumnya koma di RSUD Karawang meninggal dunia Minggu (25/3/2018).
Namun, bedanya balita tersebut dianiaya oleh ibunya SN alias S (27).
Sebelumnya diberitakan pelaku menuduh sang pacarlah yang menganiaya buah hatinya, tetapi hasil penyelidikan membuktikan sebaliknya.
Dilansir dari KARTULUDO, penganiayaan dilakukan di Kampung Iplik, Mekarjati, Karawang.
SN menganiaya bayinya sejak Februari - Maret 2018.



Tidak ada komentar