Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - Menangis Telah Rencanakan Pembunuhan Satu Keluarga, Tersangka Doakan Korban

Menangis Telah Rencanakan Pembunuhan Satu Keluarga, Tersangka Doakan Korban


Menangis Telah Rencanakan Pembunuhan Satu Keluarga, Tersangka Doakan Korban




DOMINO99 - Tersangka Rio Suryaningrat menangis di depan Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto dan wartawan usai paparan kasus pembunuhan satu keluarga di Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Sumatra Utara.

"Saya menyesal telah membunuh Muhajir dan keluarganya. Semoga amal ibadah mereka diterima di sisi-NYA," ucap Rio dengan pengeras suara yang ia pegang, Senin (22/10/2018) di RS Bhayangkara.

Tersangka Rio pun tak segan terisak seolah sangat menyesal sudah turut serta dalam pembunuhan Muhajir dan keluarganya.

Saat melihat Rio menangis, beberapa awak media menceletuk sikap Rio menangis sebagai acting.

"Jangan percaya. Begitu ditangkap langsung menyesal. Saat membunuh mana hati nurani mereka. Jangan percaya acting seorang pembunuh," teriak wartawan.

Sebelumnya, tersangka Rio diberi kesempatan oleh Kapolda Sumut Irjen Agus Andrianto untuk berbicara langsung.

Ia mengakui bahwa awal mula mereka datang ke rumah Muhajir untuk meminjam uang.

"Jadi pertama yang datang itu si Agus Hariyadi, dia mengetuk pintu rumah si Muhajir sekitar pukul sebelas malam untuk meminjam duit," kata Rio kepada Kapolda Sumut di depan wartawan, Senin (22/10/2018).

Begitu dibukakan pintu, sambung Rio, Agus langsung masuk dan meminjam uang.

Saat Muhajir hendak masuk dan mengambil duit, Agus langsung memukul kepala belakang Muhajir dengan gagang pistol rakitan.

"Di situ baru saya datang dan masuk ke rumah Muhajir dan langsung mengikat tangannya ke belakang dan menutup mulutnya dengan lakban," ujar Rio.

Ia mengaku, nekat melakukan pembunuhan tersebut karena diajak Agus.

Dua hari sebelum pihaknya melakukan pembunuhan, tersangka A mendatangi dirinya dan bercerita tentang istri Muhajir, Suniati, yang sering mengejeknya dengan sebutan 'Pasukan Gajah'.

Di situ, lanjut Rio, teman Agus langsung meminta bantuannya untuk membunuh Muhajir.

"Ya, karena teman, makanya saya mau. Lagian mereka sudah mengejek kami," katanya.

"Jadi keluarga Muhajir selalu mengejek kami dengan mengatakan 'Pasukan Gajah Wes Teko' yang artinya pasukan Gajah datang," kata Rio, satu pelaku yang ditembak kaki sebelah kanannya saat paparan di RS Bhayangkara Medan, Senin (22/10/2018).

Ia menceritakan, pembunuhan ini sudah direncanakan dua hari sebelum eksekusi para korban yang mereka lakukan pada Senin (9/10/2018).

"Pada Jumat (7/10/2018) kami mengatur rencana sebelum membunuh Muhajir dan keluarganya," kata Rio yang berperan mengikat dan membuat takut para korban.

Ia mengatakan, pihaknya membunuh korban dan membawanya ke satu Jembatan di Wilayah Kecamatan Telun Kenas dan langsung membuat ketiga korban ke Sungai Belumai, Tanjungmorawa.

"Kami membuang korban ke sungai karena menurut mereka di situ aman. Saat hendak kami buang ke sungai, istri dan anak korban masih hidup," ujarnya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.