DOMINO99 - "Dugaan sementara pelaku mengidap gangguan jiwa, bahkan saat ditangkap di tidak sadar sudah menghabisi nyawa sang ibu," jelasnya.
"Dugaan sementara pelaku mengidap gangguan jiwa, bahkan saat ditangkap di tidak sadar sudah menghabisi nyawa sang ibu," jelasnya.
DOMINO99 - Bunuh Ibu Kandung, Pria di Pekalongan Tak Akui Perbuatannya: Saya Masih Kecil, Mau Dibawa ke Mana?
Agus Rubin (18), pria asal Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan, sembunyi di kamar mandi setelah membunuh ibu kandungnya, Rabu (21/11/2018).
Agus terus berontak dan tak mengakui perbuatannya saat diminta polisi menyerahkan diri.
Namun, akhirnya petugas berhasil membekuk Agus dan membawanya ke kantor polisi.
"Pelan-pelan Pak saya ini masih kecil jangan diseret-seret begini," katanya sembari digiring ke mobil polisi untuk dibawa ke Polsek terdekat, Rabu (21/11/2018).
"Saya ini masih anak kecil Pak, mau dibawa ke mana?" katanya lagi, dikutip dari KARTULUDO.
Senjata yang digunakan untuk membunuh korban pun telah diamankan polisi.
"Dua parang sebagai barang bukti sudah diamankan, dan pelaku sudah dibawa ke Polsek Pekalongan Selatan, untuk motif belum bisa diketahui karena menunggu proses pemeriksaan. Pengakuan pelaku ia mendapatkan bisikan gaib untuk membunuh ibunya," tambahnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Supardi sebelumnya juga menyebut, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.
"Kini pelaku sudah diamankan ke Polsek terdekat, dan kami tengah melakukan pemeriksaan. Kami belum bisa menentukan apakah pelaku bisa dijerat atas perbuatannya karena diduga pelaku mengidap gangguan jiwa," ujar Supardi.
Ahli jiwa akan didatangakn untuk memeriksa pelaku sebelum kepolisian memutuskan apakah pelaku bisa dijerat pasal.
"Nanti setelah pemeriksaan selesai baru bisa diputuskan apakah pelaku bisa jerat pasal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Agus menebas leher ibunya, Toyibah (46), hingga korban tewas, Rabu (21/11/2018) siang, di rumahnya di Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan.
Mutoleb (20), kakak pelaku, mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara aneh dari kamar ibunya.
Ia dan ayahnya, Mushi (33), syok melihat kondisi jenazah korban, yang diseret pelaku ke kamar mandi, lalu melapor ke polisi.
"Dugaan sementara pelaku mengidap gangguan jiwa, bahkan saat ditangkap di tidak sadar sudah menghabisi nyawa sang ibu," jelasnya.
DOMINO99 - Bunuh Ibu Kandung, Pria di Pekalongan Tak Akui Perbuatannya: Saya Masih Kecil, Mau Dibawa ke Mana?
Agus Rubin (18), pria asal Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan, sembunyi di kamar mandi setelah membunuh ibu kandungnya, Rabu (21/11/2018).
Agus terus berontak dan tak mengakui perbuatannya saat diminta polisi menyerahkan diri.
Namun, akhirnya petugas berhasil membekuk Agus dan membawanya ke kantor polisi.
"Pelan-pelan Pak saya ini masih kecil jangan diseret-seret begini," katanya sembari digiring ke mobil polisi untuk dibawa ke Polsek terdekat, Rabu (21/11/2018).
"Saya ini masih anak kecil Pak, mau dibawa ke mana?" katanya lagi, dikutip dari KARTULUDO.
Senjata yang digunakan untuk membunuh korban pun telah diamankan polisi.
"Dua parang sebagai barang bukti sudah diamankan, dan pelaku sudah dibawa ke Polsek Pekalongan Selatan, untuk motif belum bisa diketahui karena menunggu proses pemeriksaan. Pengakuan pelaku ia mendapatkan bisikan gaib untuk membunuh ibunya," tambahnya.
Sementara Kasat Reskrim Polres Pekalongan AKP Supardi sebelumnya juga menyebut, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.
"Kini pelaku sudah diamankan ke Polsek terdekat, dan kami tengah melakukan pemeriksaan. Kami belum bisa menentukan apakah pelaku bisa dijerat atas perbuatannya karena diduga pelaku mengidap gangguan jiwa," ujar Supardi.
Ahli jiwa akan didatangakn untuk memeriksa pelaku sebelum kepolisian memutuskan apakah pelaku bisa dijerat pasal.
"Nanti setelah pemeriksaan selesai baru bisa diputuskan apakah pelaku bisa jerat pasal untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, Agus menebas leher ibunya, Toyibah (46), hingga korban tewas, Rabu (21/11/2018) siang, di rumahnya di Kelurahan Sokoduwet, Kecamatan Pekalongan Selatan, Pekalongan.
Mutoleb (20), kakak pelaku, mengetahui kejadian itu setelah mendengar suara aneh dari kamar ibunya.
Ia dan ayahnya, Mushi (33), syok melihat kondisi jenazah korban, yang diseret pelaku ke kamar mandi, lalu melapor ke polisi.



Tidak ada komentar