Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - Kasus Pembunuhan Bos Toko Sembako di Malang, Warga Ungkap Kecurigaan pada Sosok Perokok ini

Kasus Pembunuhan Bos Toko Sembako di Malang, Warga Ungkap Kecurigaan pada Sosok Perokok ini

Kasus Pembunuhan Bos Toko Sembako di Malang, Warga Ungkap Kecurigaan pada Sosok Perokok ini



DOMINO99 - Suasana duka menyelimuti lingkungan Segaran, Desa Kendalpayak, Kecamatan Pakisaji, Malang, Jumat (2/11/2018) dini hari lalu.

Warga sontak menjadi gempar, mengetahui salah satu tetangga mereka yang bernama Karim Mullah alias Dullah, ditemukan tewas dalam kondisi tak lazim.

Nyawa pria 58 tahum diduga direngut secara kejam oleh perampok beringas yang juga menggasak sepeda motor Honda Vario nopol N-5215-AA milik korban.

Temuan kondisi luka parah di bagian kepala dan leher korban, menjadi bukti keganasan penjahat itu.

Korban ditemukan bersimbah darah di tokonya.

Sebagai satu di antara tetangga korban, yang merupakan ketua RT 8/RW 9 lingkungan setempat, Totok Narianto menceritakan kebiasaan korban semasa hidup.

Totok menuturkan, selama berjualan, Dullah kerap teledor meletakkan uang hasil penjualan, yang biasanya hanya ditaruh di atas etalase.

Pembeli di toko Dullah pun bisa dengan sangat bebas melihat uang pemilik toko yang berlokasi di area ramai pengguna jalan itu.

"Warga sering mengingatkan untuk lebih berhati-hati, namun korban sering mengabaikan. Dia (korban) justru membantah katanya, tak perlu khawatir,” tutur Totok Narianto, ketika dikonfirmasi, Minggu (4/10/2018) lalu.

Seringkali, sepeda motor milik Dullah yang diketahui hilang itu sering terlihat diparkir di teras depan.

Alasannya untuk berjaga-jaga jika ada pembeli yang minta diantarkan gas LPG.

"Katanya biar gampang kalau nganter LPG," tambah Totok.

Selama masih hidup, korban memang dikenal begitu giat dalam berjualan.

Totok menuturkan, toko milik Dullah mulai buka sekitar pukul 08.00 WIB dan baru tutup pada pukul 03.00 WIB.

Seringnya, banyak pengunjung yang membeli rokok karena toko milik Dullah sudah dikenal buka hingga larut malam.

“Semasa hidupnya Dullah dikenal baik dan suka menyapa warga, namun dia juga dikenal tertutup dan enggan mengikuti kegiatan sosial di lingkungan,” imbunya.

Kecurigaan Warga

Tanda tanya besar mucul di balik siapa dalang kematian Karim Mullah alias Dullah, 58, yang masih menyisakan misteri itu.

Sebelumnya, Kapolres Malang, AKBP Yade Setiawan Ujung menjelaskan polisi temukan sedikit petunjuk.

Saksi minim, kejadiannya pun pada tengah malam.

Tak hanya itu, polisi juga tak temukan sidik jari pelaku di lokasi kejadian.

Di sekitar lokasi juga tak ada yang memasang kamera CCTV.

Meski minim petunjuk, polisi mengendus bahwa dalang di balik perampokan dan pembunuhan Dullah berjumlah lebih dari satu orang.

"Dua atau tiga (pelaku), masih kami dalami. Tapi yang jelas lebih dari satu," kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda, ketika dikonfirmasi Senin (5/11/2018).

Perkembangan sementara, polisi sudah lebih dari tiga kali melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hal itu dilakukan untuk mencari petunjuk.

"Kalau saksi sudah kami periksa beberapa orang. Mereka tetangga korban," ujar Adrian.

Pelaku diduga bukanlah orang baru.

Tak adanya sidik di lokasi TKP serta kemungkinan melakukan aksi keji dengan menggunakan sarung tangan.

Pelaku tampaknya punya jam terbang lebih dalam melakukan aksi perampokan.

"Kemungkinan dia residivis," tambah Adrian.

Salah seorang tetangga korban yang namanya enggan ditulis menceritakan, malam itu sempat melihat ada tiga orang yang datang ke rumah korban.

Dua orang masuk ke dalam.

Sementara seorang lagi berjaga di depan.

Ketiganya datang dengan satu unit motor Satria FU berkenalpot berisik alias brong.

Ketiganya juga menggunakan jaket dan penutup wajah.

Sementara itu, saat ditemui beberapa waktu lalu tetangga korban, Agustina (46) bercerita, suaminya yang bekerja sebagai satpam mengaku melihat ada satu orang di depan toko korban sehari sebelum kejadian.

Suami Agustina kala itu menaruh curiga kepada laki-laki yang ia lihat.

Meski hanya merokok dan memainkan handphone, laki-laki tersebut tidak pernah terlihat di sekitar lokasi.

"Mungkin ya dia (laki-laki) lagi liat-liat kondisi ya. Suami saya kan satpam, pulangnya kadang malam. Nah sehari sebelum kejadian itu, sempat melihat ada seorang di depan toko," katanya.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.