DOMINO99 - Kronologi Pria Ngamuk di Rumah Mantan Jelang Pesta Pernikahan hingga Bunuh sang Ibu dan Tante
Kronologi Pria Ngamuk di Rumah Mantan Jelang Pesta Pernikahan hingga Bunuh sang Ibu dan Tante
Kronologi Pria Ngamuk di Rumah Mantan Jelang Pesta Pernikahan hingga Bunuh sang Ibu dan Tante

DOMINO99 - Syaiin Kadir alias Iin (30), warga asal Murung Baki, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dikabarkan mengamuk dan membantai keluarganya sendiri pada Sabtu (17/11/2018) malam.
Dilansir dari kartuludo , Minggu (18/11/2018), diketahui Iin melakukan pembantaian seusai mengamuk di rumah tetangganya, yang diduga merupakan mantan pacarnya.
Mantannya, yang merupakan putri dari Gafar, akan melangsungkan pesta pernikahan pada Minggu (18/11/2018).
Pada Sabtu (17/11/2018) malam warga dan keluarga mempelai diketahui sedang mempersiapkan acara pernikahan dengan membenahi rumah.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Iin tiba-tiba muncul di lokasi dan membuat kegaduhan.
Iin mengamuk dengan membawa parang di tangannya, mengobrak-abrik tempat pelaminan, dan membuat orang-orang di sekitarnya lari.
Seorang saksi, Maslani (60), mengungkapkan, Iin marah-marah tidak jelas.
"Iin, malam tadi datang sambil marah-marah yang tidak jelas, apa penyebabnya," ujar Maslani.
Adik Iin, bernama Dina Mariana, yang duduk di teras rumahnya, berhasil menenangkan Iin dan mengambil parang darinya.
"Mereka berhasil merebut parang di tangan pelaku, kemudian menyerahkannya ke korban untuk disimpan, sehingga warga sempat tenang sejenak," ujarnya.
Tak berselang lama, Iin kembali masuk ke dalam rumah untuk mencari parang yang telah diamankan.
Kemudian Iin keluar rumah membawa parang dan mengejar ibunya sendiri, Bawi (70).
Tanpa pikir panjang, Iin langsung membacoknya di bagian leher hingga leher korban putus.
Setelah itu ia mengejar Dina, tetapi Dina berhasil menghindar meski mengalami luka bacok bagian dada.
"Dia juga mengejar adiknya, namun berhasil menghindar meski mengalami luka bacok di bagian dada," kata Maslani.
Tak sampai di situ, Iin masuk kembali ke dalam rumah dan membacok tantenya, Hatnah (60), yang sedang berbaring di kelambu.
Iin melukai kepala Hatnah hingga korban meninggal dunia.
Warga segera melaporkan kejadian kepada Polsek Dusun Tengah.
Melihat kedatangan petugas, Iin, yang tampak kalap, langsung mengejar dengan membawa parang dan memukul kaca mobil patroli menggunakan tangan.
Keterangan dari warga, petugas mencoba menghindar dari jarak jauh dan telah meminta agar Iin menyerahkan diri.
Namun hal itu tak digubris Iin dan ia malah mengejar petugas sambil membawa parang.
Karena usaha itu tidak membuahkan hasil, Iin akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.
Namun ia masih berusaha melarikan diri ke belakang rumah.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan peluru ke arah tubuh Iin dan mengenai bagian belakang tembus ke bagian perut.
Namun saat Iin dibawa ke Puskesmas Ampah dan menerima pengobatan, Iin meninggal dunia saat dalam perawatan petugas medis di puskesmas tersebut.
Dalam laporan sementara, Iin dikabarkan membunuh akibat kecewa karena mantan pacarnya menikah.
Berdasarkan berita yang dihimpun Banjarmasin Post, Iin selama ini telah belajar ilmu agama tanpa guru.
Hal itu yang diduga menjadi dorongan kenekatan melakukan pembantaian terhadap ibu, tante, dan adiknya.
Sementara itu, Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
Zulham juga mengungkapkan akan memberikan keterangan setelah motifnya bisa diketahui secara pasti.
Kronologi Pria Ngamuk di Rumah Mantan Jelang Pesta Pernikahan hingga Bunuh sang Ibu dan Tante

DOMINO99 - Syaiin Kadir alias Iin (30), warga asal Murung Baki, Kelurahan Ampah Kota, Kecamatan Dusun Tengah, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah, dikabarkan mengamuk dan membantai keluarganya sendiri pada Sabtu (17/11/2018) malam.
Dilansir dari kartuludo , Minggu (18/11/2018), diketahui Iin melakukan pembantaian seusai mengamuk di rumah tetangganya, yang diduga merupakan mantan pacarnya.
Mantannya, yang merupakan putri dari Gafar, akan melangsungkan pesta pernikahan pada Minggu (18/11/2018).
Pada Sabtu (17/11/2018) malam warga dan keluarga mempelai diketahui sedang mempersiapkan acara pernikahan dengan membenahi rumah.
Sekitar pukul 19.30 WIB, Iin tiba-tiba muncul di lokasi dan membuat kegaduhan.
Iin mengamuk dengan membawa parang di tangannya, mengobrak-abrik tempat pelaminan, dan membuat orang-orang di sekitarnya lari.
Seorang saksi, Maslani (60), mengungkapkan, Iin marah-marah tidak jelas.
"Iin, malam tadi datang sambil marah-marah yang tidak jelas, apa penyebabnya," ujar Maslani.
Adik Iin, bernama Dina Mariana, yang duduk di teras rumahnya, berhasil menenangkan Iin dan mengambil parang darinya.
"Mereka berhasil merebut parang di tangan pelaku, kemudian menyerahkannya ke korban untuk disimpan, sehingga warga sempat tenang sejenak," ujarnya.
Tak berselang lama, Iin kembali masuk ke dalam rumah untuk mencari parang yang telah diamankan.
Kemudian Iin keluar rumah membawa parang dan mengejar ibunya sendiri, Bawi (70).
Tanpa pikir panjang, Iin langsung membacoknya di bagian leher hingga leher korban putus.
Setelah itu ia mengejar Dina, tetapi Dina berhasil menghindar meski mengalami luka bacok bagian dada.
"Dia juga mengejar adiknya, namun berhasil menghindar meski mengalami luka bacok di bagian dada," kata Maslani.
Tak sampai di situ, Iin masuk kembali ke dalam rumah dan membacok tantenya, Hatnah (60), yang sedang berbaring di kelambu.
Iin melukai kepala Hatnah hingga korban meninggal dunia.
Warga segera melaporkan kejadian kepada Polsek Dusun Tengah.
Melihat kedatangan petugas, Iin, yang tampak kalap, langsung mengejar dengan membawa parang dan memukul kaca mobil patroli menggunakan tangan.
Keterangan dari warga, petugas mencoba menghindar dari jarak jauh dan telah meminta agar Iin menyerahkan diri.
Namun hal itu tak digubris Iin dan ia malah mengejar petugas sambil membawa parang.
Karena usaha itu tidak membuahkan hasil, Iin akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan di kaki.
Namun ia masih berusaha melarikan diri ke belakang rumah.
Polisi kemudian mengambil tindakan tegas dengan menembakkan peluru ke arah tubuh Iin dan mengenai bagian belakang tembus ke bagian perut.
Namun saat Iin dibawa ke Puskesmas Ampah dan menerima pengobatan, Iin meninggal dunia saat dalam perawatan petugas medis di puskesmas tersebut.
Dalam laporan sementara, Iin dikabarkan membunuh akibat kecewa karena mantan pacarnya menikah.
Berdasarkan berita yang dihimpun Banjarmasin Post, Iin selama ini telah belajar ilmu agama tanpa guru.
Hal itu yang diduga menjadi dorongan kenekatan melakukan pembantaian terhadap ibu, tante, dan adiknya.
Sementara itu, Kapolres Barito Timur AKBP Zulham Effendi mengatakan, pihaknya masih melakukan pendalaman kasus tersebut.
Zulham juga mengungkapkan akan memberikan keterangan setelah motifnya bisa diketahui secara pasti.


Tidak ada komentar