DOMINO99 - Legenda Warnet dan Jenis Manusia Di Dalamnya
Legenda Warnet dan Jenis Manusia Di Dalamnya
DOMINO99 - Pada dasarnya kita tidak bisa melawan kemajuan zaman, setiap langkah yang diambil zaman untuk sebuah kemajuan pasti ada hal-hal yang harus dikorbankan, dipaksa menghilang karena tergerus arus inovasi, lalu beberapa diantaranya bahkan terlupakan, seperti kita yang ditinggal gebetan ketika lagi cinta-cintanya karena ternyata dia udah dapet pacar yang jauh lebih bermutu dibanding kita.
Begitu juga yang sedang dialami warnet, tempat yang terancam menjadi legenda karena harus berjuang melawan modernisasi.
Apakah kalian masih ingat di awal-awal kemunculan handphone? Kala itu Nokia menjadi handphone sejuta umat, siapapun memakai Nokia bahkan yang gak pakai Nokia akan dianggap ketinggalan zaman, cupu dan gak gaul.
Tapi apakah kejumawaan Nokia bertahan lama? Jawabannya tentu saja tidak, kemajuan zaman dan munculnya berbagai handphone jenis baru yang menawarkan berbagai ragam fitur lebih menawan memaksa Nokia terpinggirkan.
Oke untuk contoh selanjutnya, gue akan coba tarik mundur waktunya, yaitu era dimana handphone belum banyak bermunculan dan semua orang masih mengandalkan keberadaan wartel, mungkin bagi kalian yang pernah merasakan hidup di era 90an pasti lebih mengenal wartel.
Buat kalian yang gak tahu apa itu wartel, oke bakal gue jelasin sedikit. Jadi, wartel itu adalah singkatan dari “warung telekomunikasi” yang memang fungsinya sebagai penjual jasa telekomunikasi untuk umum yang ditunggu, baik bersifat sementara maupun tetap dan merupakan bagian dari telepon umum.
Nah, keberadaan wartel ini terpaksa harus tersingkirkan karena kemunculan handphone. Karena wartel dianggap gak efektif, banyak orang lebih beralih mengunakan handphone karena lebih mudah dibawa kemanapun serta digunakan kapanpun.
Seperti yang gue katakan di awal, selalu ada yang dikorbankan untuk kemajuan zaman atau bahasa akademisnya modernisasi. Seorang sosiolog asal Amerika Serikat yaitu Wilbert E Moore pernah memberikan pandangannya tentang modernisasi. Menurutnya, modernisasi ialah suatu transformasi total pada kehidupan bersama yang tradisional atau juga pra modern dalam arti teknologi dan juga organisasi sosial ke arah suatu pola-pola ekonomis dan juga politis.
Contoh paling dekat tentang modernisasi yang sedang terjadi saat ini adalah mulai tergerusnya keberadaan warnet. Gak perlu gue jelasin juga dong apa itu warnet? Gue sih yakin kalian pasti tahu apa itu warnet.
Ngomong-ngomong soal warnet nih, ayo coba tebak! Apa sih persamaan warnet dengan warkop? Ada yang tahu? Persamaannya itu keduanya sama-sama ada internet. Tapi, kalau di warkop internetnya gak bisa buat browsing atau nonton youtube, karena internetnya indomi telor kornet.
Tapi apa kalian masih ingat kapan terakhir kali ke warnet untuk menggunakan internet indomi telor kornet? Gue pikir di antara kalian udah sangat sedikit yang masih pergi ke warnet hanya untuk internetan. Karena dengan fitur handphone yang ada saat ini, pergi ke warnet hanya untuk browsing internetan tidak efisien, ditambah lagi dengan keberadaan informasi teknologi dan komunikasi yang mulai masif seperti saat ini.
“Ngapain ke warnet kalau bisa dari handphone?” mungkin itulah ungkapan yang sering diucapkan kebanyakan orang saat ini. Warnet lambat laun mulai menjadi legenda, walaupun beberapa orang masih setia mengunjungi warnet untuk bermain game, itupun karena mereka tidak memiliki pilihan. Harga spesifikasi komputer PC untuk dapat bermain game bukanlah hal yang murah bagi kebanyakan orang, sehingga mereka masih memilih warnet sebagai tempat bermain game online.
Meski keberadan warnet gak sebanyak di awal tahun 2000an yang dapat kita jumpai di setiap tempat dengan menawarkan berbagai paket hemat bagi pengunjungnya, agar dapat membayar lebih murah untuk menggunakan internet di jam-jam tertentu, warnet masih tetap memiliki beberapa pengunjung setia.
Hal ini juga yang menjadi penyebab beberapa anak sekolah di masa-masa kejayaan warnet (mungkin saat ini masih) memilih bolos sekolah dan lebih memilih main ke warnet. Ayo ngaku! Kalian pernah bolos ke warnet juga gak nih?
Gue akan mengajak kalian sedikit bernostalgia, mengingat kembali kejayaan warnet yang mungkin di antara kalian pernah menjadi pengunjung setianya. Tapi sebelum gue mulai, coba dengerin dulu nih playlist lagu yang biasanya diputar di warnet tahun 2000an, supaya atmosfer nostalgia kalian lebih terasa.
Bicara soal warnet, rasanya belum sah kalau gak ngomongin tentang orang-orang yang ada di dalamnya, mereka ini umumnya memiliki berbagai kepentingan masing-masing di warnet. Jenis mereka juga beragam, dan gue yakin kalian pasti pernah melihat jenis orang-orang ini. Apa saja jenis orang-orang yang ada di warnet? Mari kita kupas satu persatu.
1. Tukang Bolos
Di masa kejayaan warnet, tipe manusia satu ini hampir bisa ditemukan di setiap tempat warnet. Umumnya mereka adalah pelajar SMP dan SMA, mungkin cita-citanya ingin membawa nama harum Indonesia di kancah game internasional. Ngomong-ngomong, kalian yang dulu suka bolos sekolah ke warnet udah berhasil jadi gamers professional belum?
2. Penonton Setia
Tipe manusia macam ini umumnya adalah bocah di bawah usia 17 tahun, datang ke warnet cuma untuk nonton yang main game. Agak kasian sih sebenernya, mungkin di lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin main game, tapi tidak punya uang. Ya begitulah hidup, terlalu banyak orang yang tidak beruntung. Semoga kalian yang termasuk tipe ini, sekarang udah bisa beli komputer sendiri ya. Amin!
3. The Destroyer
Manusia tipe satu ini biasanya jadi musuh operator warnet, gimana nggak? Hobinya ngerusakin perangkat warnet, biasanya sih yang jadi pemicunya karena kalah main game terus kesel dan refleks ngelampiasin emosi dengan cara banting keyboard warnet.
4. Tukang Nginep
Ada loh manusia yang kuat di warnet berhari-hari sampai gak pulang, supaya bisa lebih fokus main game. Lah terus kalau tidur gimana? Ya di warnet dong, yang penting bisa merem, kalau udah bangun ya main lagi.
5. Haus Kehangatan
Tipe satu ini biasanya melibatkan dua orang sekaligus, mereka akan memilih tempat yang paling pojok di warnet dengan tujuan supaya bisa “ena-ena” dan sudah tentu manusia tipe ini sangat mengganggu kenyamanan pengunjung warnet yang lain.
Apakah kalian punya pendapat lain untuk tipe-tipe manusia yang ada di warnet? Silakan sharing di kolom komentar!
Legenda Warnet dan Jenis Manusia Di Dalamnya
DOMINO99 - Pada dasarnya kita tidak bisa melawan kemajuan zaman, setiap langkah yang diambil zaman untuk sebuah kemajuan pasti ada hal-hal yang harus dikorbankan, dipaksa menghilang karena tergerus arus inovasi, lalu beberapa diantaranya bahkan terlupakan, seperti kita yang ditinggal gebetan ketika lagi cinta-cintanya karena ternyata dia udah dapet pacar yang jauh lebih bermutu dibanding kita.
Begitu juga yang sedang dialami warnet, tempat yang terancam menjadi legenda karena harus berjuang melawan modernisasi.
Apakah kalian masih ingat di awal-awal kemunculan handphone? Kala itu Nokia menjadi handphone sejuta umat, siapapun memakai Nokia bahkan yang gak pakai Nokia akan dianggap ketinggalan zaman, cupu dan gak gaul.
Tapi apakah kejumawaan Nokia bertahan lama? Jawabannya tentu saja tidak, kemajuan zaman dan munculnya berbagai handphone jenis baru yang menawarkan berbagai ragam fitur lebih menawan memaksa Nokia terpinggirkan.
Oke untuk contoh selanjutnya, gue akan coba tarik mundur waktunya, yaitu era dimana handphone belum banyak bermunculan dan semua orang masih mengandalkan keberadaan wartel, mungkin bagi kalian yang pernah merasakan hidup di era 90an pasti lebih mengenal wartel.
Buat kalian yang gak tahu apa itu wartel, oke bakal gue jelasin sedikit. Jadi, wartel itu adalah singkatan dari “warung telekomunikasi” yang memang fungsinya sebagai penjual jasa telekomunikasi untuk umum yang ditunggu, baik bersifat sementara maupun tetap dan merupakan bagian dari telepon umum.
Nah, keberadaan wartel ini terpaksa harus tersingkirkan karena kemunculan handphone. Karena wartel dianggap gak efektif, banyak orang lebih beralih mengunakan handphone karena lebih mudah dibawa kemanapun serta digunakan kapanpun.
Seperti yang gue katakan di awal, selalu ada yang dikorbankan untuk kemajuan zaman atau bahasa akademisnya modernisasi. Seorang sosiolog asal Amerika Serikat yaitu Wilbert E Moore pernah memberikan pandangannya tentang modernisasi. Menurutnya, modernisasi ialah suatu transformasi total pada kehidupan bersama yang tradisional atau juga pra modern dalam arti teknologi dan juga organisasi sosial ke arah suatu pola-pola ekonomis dan juga politis.
Contoh paling dekat tentang modernisasi yang sedang terjadi saat ini adalah mulai tergerusnya keberadaan warnet. Gak perlu gue jelasin juga dong apa itu warnet? Gue sih yakin kalian pasti tahu apa itu warnet.
Ngomong-ngomong soal warnet nih, ayo coba tebak! Apa sih persamaan warnet dengan warkop? Ada yang tahu? Persamaannya itu keduanya sama-sama ada internet. Tapi, kalau di warkop internetnya gak bisa buat browsing atau nonton youtube, karena internetnya indomi telor kornet.
Tapi apa kalian masih ingat kapan terakhir kali ke warnet untuk menggunakan internet indomi telor kornet? Gue pikir di antara kalian udah sangat sedikit yang masih pergi ke warnet hanya untuk internetan. Karena dengan fitur handphone yang ada saat ini, pergi ke warnet hanya untuk browsing internetan tidak efisien, ditambah lagi dengan keberadaan informasi teknologi dan komunikasi yang mulai masif seperti saat ini.
“Ngapain ke warnet kalau bisa dari handphone?” mungkin itulah ungkapan yang sering diucapkan kebanyakan orang saat ini. Warnet lambat laun mulai menjadi legenda, walaupun beberapa orang masih setia mengunjungi warnet untuk bermain game, itupun karena mereka tidak memiliki pilihan. Harga spesifikasi komputer PC untuk dapat bermain game bukanlah hal yang murah bagi kebanyakan orang, sehingga mereka masih memilih warnet sebagai tempat bermain game online.
Meski keberadan warnet gak sebanyak di awal tahun 2000an yang dapat kita jumpai di setiap tempat dengan menawarkan berbagai paket hemat bagi pengunjungnya, agar dapat membayar lebih murah untuk menggunakan internet di jam-jam tertentu, warnet masih tetap memiliki beberapa pengunjung setia.
Hal ini juga yang menjadi penyebab beberapa anak sekolah di masa-masa kejayaan warnet (mungkin saat ini masih) memilih bolos sekolah dan lebih memilih main ke warnet. Ayo ngaku! Kalian pernah bolos ke warnet juga gak nih?
Gue akan mengajak kalian sedikit bernostalgia, mengingat kembali kejayaan warnet yang mungkin di antara kalian pernah menjadi pengunjung setianya. Tapi sebelum gue mulai, coba dengerin dulu nih playlist lagu yang biasanya diputar di warnet tahun 2000an, supaya atmosfer nostalgia kalian lebih terasa.
Bicara soal warnet, rasanya belum sah kalau gak ngomongin tentang orang-orang yang ada di dalamnya, mereka ini umumnya memiliki berbagai kepentingan masing-masing di warnet. Jenis mereka juga beragam, dan gue yakin kalian pasti pernah melihat jenis orang-orang ini. Apa saja jenis orang-orang yang ada di warnet? Mari kita kupas satu persatu.
1. Tukang Bolos
Di masa kejayaan warnet, tipe manusia satu ini hampir bisa ditemukan di setiap tempat warnet. Umumnya mereka adalah pelajar SMP dan SMA, mungkin cita-citanya ingin membawa nama harum Indonesia di kancah game internasional. Ngomong-ngomong, kalian yang dulu suka bolos sekolah ke warnet udah berhasil jadi gamers professional belum?
2. Penonton Setia
Tipe manusia macam ini umumnya adalah bocah di bawah usia 17 tahun, datang ke warnet cuma untuk nonton yang main game. Agak kasian sih sebenernya, mungkin di lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin main game, tapi tidak punya uang. Ya begitulah hidup, terlalu banyak orang yang tidak beruntung. Semoga kalian yang termasuk tipe ini, sekarang udah bisa beli komputer sendiri ya. Amin!
3. The Destroyer
Manusia tipe satu ini biasanya jadi musuh operator warnet, gimana nggak? Hobinya ngerusakin perangkat warnet, biasanya sih yang jadi pemicunya karena kalah main game terus kesel dan refleks ngelampiasin emosi dengan cara banting keyboard warnet.
4. Tukang Nginep
Ada loh manusia yang kuat di warnet berhari-hari sampai gak pulang, supaya bisa lebih fokus main game. Lah terus kalau tidur gimana? Ya di warnet dong, yang penting bisa merem, kalau udah bangun ya main lagi.
5. Haus Kehangatan
Tipe satu ini biasanya melibatkan dua orang sekaligus, mereka akan memilih tempat yang paling pojok di warnet dengan tujuan supaya bisa “ena-ena” dan sudah tentu manusia tipe ini sangat mengganggu kenyamanan pengunjung warnet yang lain.
Apakah kalian punya pendapat lain untuk tipe-tipe manusia yang ada di warnet? Silakan sharing di kolom komentar!








Tidak ada komentar