DOMINO99 - Pasang Tarif Kencan Rp 400 Ribu, Janda Muda Dianiaya Pelanggannya Karena Tak Puas
Pasang Tarif Kencan Rp 400 Ribu, Janda Muda Dianiaya Pelanggannya Karena Tak Puas
DOMINO99 - RA (23) nyaris tewas dianiaya teman kencannya di hotel lantaran tidak puas dengan pelayanan plus-plus yang diberikan korban.
Korban RA dilarikan ke Rumah sakit setelah menderita delapan luka tikaman di Hotel Asia Kota Makassar yang diduga dilakukan oleh teman kencannya pada Senin (20/11/2018) malam.
Pelaku yang merupakan teman kencan RA yakni Affandi (19) saat ini sudah berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
RA ditemukan bersimbah darah, usai mengalami delapan luka tusuk di bagian punggung.
RA pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina, Jl Hertasning, Kota Makassar, untuk mendapatkan perawatan medis.
"Terduga pelaku sudah kami amankan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari tadi, dan saat ini terduga pelaku beserta barang buktinya telah berada di Mapolsek Panakkukang untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap melansir kartuludo.
Awal mulanya Keduanya berkenalan lewat Facebook komunitas.
Korban menawarkan jasa plus-plus via media sosial Facebook dan menginap di Hotel Asia Makassar.
Affandi yang mengenal korban lewat media sosial facebook pun tertarik dan langsung bertemu dengan korban dikamar hotel.
Affandi yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang bentor (Bentor) ini merasa tidak puas dengan pelayanan plus-plus yang diberikan korban.
Korban merupakan seorang janda muda yang memiliki satu orang berusia 2,1 tahun.
Karena pelanggannya tak puas saat behubungan badan dengannya, ia pun dianiya dan ditikam oleh korban menggunakan senjata tajam.
Saat diinterogasi polisi, Afandi mengakui perbuatannya.
Ia mengaku kecewa terhadap wanita yang dikenalnya melalui Facebook itu, gegara menolak berhubungan badan untuk kedua kalinya.
Padahal, kata Afandi, mereka telah sepakat melakukan hubungan badan sebanyak dua kali, dengan tarif Rp 400 ribu.
Kecewa hanya dilayani sekali, Afandi pun hanya membayar Rp 150 ribu.
RA diduga tak terima dan memaki Afandi, gegara hanya dibayar Rp 150 ribu.
Tak terima terus dimaki, Afandi pun mencabut badik yang memang dibawanya dan menikam RA sebanyak delapan kali di bagian punggung, hingga bersimbah darah di kamar 222.
RA diketahui memang menempati kamar tersebut, sejak sebulan terakhir.
Pasang Tarif Kencan Rp 400 Ribu, Janda Muda Dianiaya Pelanggannya Karena Tak Puas
DOMINO99 - RA (23) nyaris tewas dianiaya teman kencannya di hotel lantaran tidak puas dengan pelayanan plus-plus yang diberikan korban.
Korban RA dilarikan ke Rumah sakit setelah menderita delapan luka tikaman di Hotel Asia Kota Makassar yang diduga dilakukan oleh teman kencannya pada Senin (20/11/2018) malam.
Pelaku yang merupakan teman kencan RA yakni Affandi (19) saat ini sudah berhasil diringkus oleh aparat kepolisian.
RA ditemukan bersimbah darah, usai mengalami delapan luka tusuk di bagian punggung.
RA pun terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Grestelina, Jl Hertasning, Kota Makassar, untuk mendapatkan perawatan medis.
"Terduga pelaku sudah kami amankan sekitar pukul 01.00 Wita dini hari tadi, dan saat ini terduga pelaku beserta barang buktinya telah berada di Mapolsek Panakkukang untuk proses hukum lebih lanjut," kata Kapolsek Panakkukang, Kompol Ananda Fauzi Harahap melansir kartuludo.
Awal mulanya Keduanya berkenalan lewat Facebook komunitas.
Korban menawarkan jasa plus-plus via media sosial Facebook dan menginap di Hotel Asia Makassar.
Affandi yang mengenal korban lewat media sosial facebook pun tertarik dan langsung bertemu dengan korban dikamar hotel.
Affandi yang belakangan diketahui berprofesi sebagai tukang bentor (Bentor) ini merasa tidak puas dengan pelayanan plus-plus yang diberikan korban.
Korban merupakan seorang janda muda yang memiliki satu orang berusia 2,1 tahun.
Karena pelanggannya tak puas saat behubungan badan dengannya, ia pun dianiya dan ditikam oleh korban menggunakan senjata tajam.
Saat diinterogasi polisi, Afandi mengakui perbuatannya.
Ia mengaku kecewa terhadap wanita yang dikenalnya melalui Facebook itu, gegara menolak berhubungan badan untuk kedua kalinya.
Padahal, kata Afandi, mereka telah sepakat melakukan hubungan badan sebanyak dua kali, dengan tarif Rp 400 ribu.
Kecewa hanya dilayani sekali, Afandi pun hanya membayar Rp 150 ribu.
RA diduga tak terima dan memaki Afandi, gegara hanya dibayar Rp 150 ribu.
Tak terima terus dimaki, Afandi pun mencabut badik yang memang dibawanya dan menikam RA sebanyak delapan kali di bagian punggung, hingga bersimbah darah di kamar 222.
RA diketahui memang menempati kamar tersebut, sejak sebulan terakhir.



Tidak ada komentar