Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya: Alusi Au Among, Inang, Ito

Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya: Alusi Au Among, Inang, Ito

Friska Tambunan Histeris Peluk Enam Peti Jenazah Keluarganya: Alusi Au Among, Inang, Ito


DOMINO99 - Korban longsor satu keluarga disemayamkan di rumah familinya di Desa Aek Rihit Kacamatan Pintu Pohan, Kabupaten Tobasa, Jumat (14/12/2018).

Enam jenazah satu keluarga Tambunan tersebut diletak berjejer di dalam rumah duka.

Pantauan KARTULUDO, kerabat keluarga berduyun-duyun datang ke rumah duka.

Suara tangisan terdengar di segala sudut rumah. Ruangan disesaki keluarga dan kerabat dan warga.

Mereka merupakan korban tiga generasi yang terdiri dari satu kakek yakni Bantu Tambunan (70) kakek,  dan anaknya Jones Tambunan (45), Nurcahaya Marpaung istrinya Jones (40), serta ketiga cucunya Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19).

Friska Tambunan, anak perempuan paling sulung korban yang tiba dari Pekanbaru menangis histeris.

Friska memeluk satu persatu peti jenazah tersebut sambil memanggil ibu, ayah, kakek dan adik-adiknya.

Friska terus menangis sejadi-jadinya di atas peti jenazah tersebut.

"Ito bereng ji bere mu on. Inong,  alusi jo ahu. Bapa..boasa lao hamu,  anggi Serly hu dia nama ahu. (Adikku, lihat keponakanmu, ibu, jawab dulu aku. Adiku, Serly, Madi, Ambrin, kemanalah aku nanti," ratapnya sambil sambil menangisi petih jenazah keluarganya.

Hingga siang hari, ketika jenazah diangkat ke Gereja GKPI desa Aek Rihit, air mata terus membanjiri pipi Friska.

Di dalam gereja tersebut, jenazah 6 Keluarga Tambunan diletakkan berdampingan dengan dua Jenazah korban lainnya yang juga masih keluarga dekat mereka yakni, Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15).

Direncanakan, keluarga Tambunan akan dimakamkan pada Jumat Sore hari setelah acara adat Batak dan keagamaan.

Sementara itu, dua korban atas nama Kasmer Marpaung dan Sutan Japri Marpaung masih tertimbun dan sedang dalam proses pencarian.

Pada hari ke-dua pasca kejadian longsor yang merenggut 8 korban jiwa, serta empat rumah warga, longsor sususalan kembali lagi menimbun lokasi pencarian korban, Jumat (14/12/2018) dini hari di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Toba Samosir.

Longsor tersebut juga menutupi badan jalan dan membuat jalur antara Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Asahan ini lumpuh total.

Pengendara yang melintas dari arah Porsea Tobasa menuju Kabupaten Asahan ataupun sebaliknya terpaksa berhenti.

Amatan Tribun, sejumlah warga yang tinggal di lokasi mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang jauh dari lokasi. Mereka tampak sibuk mengangkut perabot ke dalam mobil bak terbuka.

Setelah disemayamkan di rumah familinya, jenazah korban longsor diangkut menggunakan mobil bak terbuka ke Gereja GKPI Aek Rihit Pintu Pohan, Resort Porsea, Toba Samosir, Jumat (14/12/2018).

Jenazah tersebut yakni, korban tiga generasi yang terdiri dari satu kakek yakni Bantu Tambunan (70) kakek,  dan anaknya Jones Tambunan (45), Nurcahaya Marpaung istrinya Jones, (40) serta ketiga cucunya Ambrin Tambunan (L,13), Ahmadi Tambunan (L, 23) dan Serly Tambunan (P, 19). Kemudian, Jenazah Rosdiana Nainggolan (35), dan putrinya Nia Marpaung (15).


8 jenazah tersebut diletak berjejer di dalam gereja. Kerabat keluarga berduyun-duyun mengikuti prosesi adat dan keagamaan mulai dari  rumah duka hingga gereja menjelang pemakaman.

Alpen Marpaung  dan adiknya Jelli Marpaung satu dari antara keluarga korban yang selamat terus menangis di bangku gereja. Duduk pada barisan paling depan, kerabat keluarganya memberikan penguatan kepadanya.

Satu dari korban hilang yang belum ditemukan yakni kepala rumah tangga Kasmer Marpaung (39) yang rumahnya di sebelah bawah badan jalan.

Alpen Marpaung dan Jelli Marpaung (5) anak Kasmer meratapi jenazah ibunya Rosdiana Nainggolan (35), serta kakak perempuannya Nia Marpaung (15).

Alpen mengatakan, saat kejadian mereka sedang di dalam rumah. Pada saat kejadian, mereka sudah dalam keadaan tidur, namun bukit seketika menimbun rumahnya.

"Kami sudah tidur, dan jam satu tengah malam seperti terjadi gempa bumi,"ujarnya.

Katanya, dia sempat melihat ibunya Rosdiana Nainggolan tertimpa tembok namun tak sempat melihat ibunya lebih lama, lampu penerangan pun padam seketika.

"Dan Mamak pun tertimbun tanah, "tambahnya.

Disebutnya, dirinya bisa selamat karena beton yang nyaris menimpanya terganjal sesuatu. Dia pun menyempatkan diri untuk lari.

"Aku dengar suara si Nia,  baru setelah itu adalah yang langsung menolong kami, " kisahnya

Longsor lagi

Pada hari ke dua pascalongsor yang merenggut 8 korbam jiwa, serta empat rumah warga, longsor susulan kembali lagi menimbun lokasi pencarian korban, Jumat (14/12/2018) di Desa Halado Kecamatan Pintupohan, Toba Samosir.

Empat alat berat yang berada di lokasi tidak beroperasi sejak pagi, meski operator sudah bersiap mencari korban yang masih tertimbun yakni Kasmer Marpaung (39) dan Sutan Japri Marpaung (30).

Longsor tersebut juga menutupi badan jalan dan membuat jalur antara Kabupaten Tobasa dan Kabupaten Asahan ini lumpuh total.

Pengendara yang melintas dari arah Porsea Tobasa menuju Kabupaten Asahan ataupun sebaliknya terpaksa berhenti.

pantauan KARTULUDO sejumlah warga yang tinggal di lokasi mulai mengungsi ke rumah keluarganya yang jauh dari lokasi. Mereka tampak sibuk mengangkut perabot ke dalam mobil bak terbuka.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.