DOMINO99 - Penampakan Foto Aurora di Saturnus Terlihat Seperti Apa yang dirilis oleh NASA?
DOMINO99 - Penampakan Foto Aurora di Saturnus Terlihat Seperti Apa yang dirilis oleh NASA?
DOMINO99 - Dilansir dari AGENDOMINO, meskipun aurora tampak biru, ia benar-benar bersinar dalam gelombang ultraviolet, yang hanya bisa dilihat dari luar angkasa. Ketika gas hidrogen di kutub utara berinteraksi dengan elektron energik yang dihasilkan oleh medan magnet planet yang kuat, terbentuk aurora yang memancar kuat.
Karena Saturnus berputar dengan cepat pada porosnya, dengan satu hari di Saturnus yang hanya membutuhkan 11 jam, penampilan aurora terus berubah.
Salah satu gambar terakhir Cassini sebelum jatuh ke atmosfer Saturnus September lalu mengungkapkan, badai aurora yang belum pernah dilihat sebelumnya yang dihasilkan oleh interaksi antara plasma di magnetosfer planet dan atmosfer atasnya.
Pesawat ruang angkasa juga melacak struktur berbentuk busur di dalam aurora saat ia tumbuh dan akhirnya menghilang.
Pada sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, para ilmuwan Cassini mencatat bahwa aurora Saturnus memiliki kemiripan yang mencolok dengan aurora yang terlihat di Bumi. Ilmuwan menghubungkan proses terbentuknya aurora itu dengan angin matahari, serta aliran partikel bermuatan yang berasal dari Matahari.
Dari pengamatan gabungan Hubble dan Cassini, para ilmuwan mengetahui bahwa aurora Saturnus sangat memuncak tepat sebelum tengah malam di planet itu, kemudian seperti itu lagi sekitar fajar. Karakteristik ini juga ditengarai memiliki kesamaan dengan aurora Bumi.
DOMINO99 - Penampakan Foto Aurora di Saturnus Terlihat Seperti Apa yang dirilis oleh NASA?
DOMINO99 - Dilansir dari AGENDOMINO, meskipun aurora tampak biru, ia benar-benar bersinar dalam gelombang ultraviolet, yang hanya bisa dilihat dari luar angkasa. Ketika gas hidrogen di kutub utara berinteraksi dengan elektron energik yang dihasilkan oleh medan magnet planet yang kuat, terbentuk aurora yang memancar kuat.
Karena Saturnus berputar dengan cepat pada porosnya, dengan satu hari di Saturnus yang hanya membutuhkan 11 jam, penampilan aurora terus berubah.
Salah satu gambar terakhir Cassini sebelum jatuh ke atmosfer Saturnus September lalu mengungkapkan, badai aurora yang belum pernah dilihat sebelumnya yang dihasilkan oleh interaksi antara plasma di magnetosfer planet dan atmosfer atasnya.
Pesawat ruang angkasa juga melacak struktur berbentuk busur di dalam aurora saat ia tumbuh dan akhirnya menghilang.
Pada sebuah makalah yang diterbitkan dalam jurnal Geophysical Research Letters, para ilmuwan Cassini mencatat bahwa aurora Saturnus memiliki kemiripan yang mencolok dengan aurora yang terlihat di Bumi. Ilmuwan menghubungkan proses terbentuknya aurora itu dengan angin matahari, serta aliran partikel bermuatan yang berasal dari Matahari.
Dari pengamatan gabungan Hubble dan Cassini, para ilmuwan mengetahui bahwa aurora Saturnus sangat memuncak tepat sebelum tengah malam di planet itu, kemudian seperti itu lagi sekitar fajar. Karakteristik ini juga ditengarai memiliki kesamaan dengan aurora Bumi.



Tidak ada komentar