Kartuludo.com Situs Poker Online Terpercaya dengan Bonus Rollingan dan Referral Paling Tinggi, 1 User ID Untuk Semua Games

Header Ads

Domino99 AGEN BANDARQ BANDARQ Agen Bola Terpercaya Agen BandarQ

DOMINO99 - Fakta-fakta Penyekapan Gadis NTT di Medan, Mengaku Dicekoki Pil Antihamil, Diduga Akan Dijadikan PSK

Fakta-fakta Penyekapan Gadis NTT di Medan, Mengaku Dicekoki Pil Antihamil, Diduga Akan Dijadikan PSK


Fakta-fakta Penyekapan Gadis NTT di Medan, Mengaku Dicekoki Pil Antihamil, Diduga Akan Dijadikan PSK



DOMINO99 - Empat gadis asal Nusa Tenggara Timur (NTT) diduga akan dijadikan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Dilansir KARTULUDO, korban termakan oleh omongan PT, seorang pelaku yang menjanjikan akan menjadikan mereka TKW di Malaysia.

Mereka awalnya diiming-imingi bekerja di Malaysia dengan gaji yang besar.

Tiga di antaranya berhasil kabur dari sebuah penampungan yang berada di Kota Medan.

Mereka yakni FS asal Kabupaten Timor Tengah Selatan, LS asal Kabupaten Kupang, dan SA asal Kabupaten Malaka.

Ketiga korban tersebut mengaku sempat dipaksa meminum pil atau obat antihamil.

Berikut 5 Fakta Penyekapan Gadis NTT di Medan:

1. Dijanjikan Akan Jadi TKW Malaysia dengan Gaji Tinggi

FS, LS, dan SA termakan oleh omongan PT, yang memberikan janji bahwa mereka akan dipekerjakan sebagai TKW yang bekerja di Malaysia dengan bayaran yang besar.

Tanpa berprasangka buruk, mereka mengikuti segala arahan PT, termasuk saat diserahkan PT kepada DS.

Kasat Reskrim Timor Tengah Selatan Iptu Jamari mengatakan bahwa ketiganya diserahkan pada DS, yang berperan mengantar korban dan memberangkatkan mereka ke Medan melalui bandara EL Tari Kupang.

Setelah sampai di Medan, korban kemudian dibawa di sebuah rumah penampungan.

2. Dipaksa Minum Pil Antihamil

Seminggu disekap di Medan dan tinggal di sebuah penampungan, mereka mengaku mulai dirayu dan bahkan diberi pil antihamil.

Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi menduga, jika sudah diberi pil antihamil, kemungkinan gadis-gadis ini akan dijadikan PSK.

Mereka mengaku sangat ketakutan.

Josef pun menduga gadis-gadis ini adalah gadis yang lugu.

Untuk mencegah kejadian serupa, Josef meminta polisi melacak pelaku yang mengirim tiga calon TKW ini.

3. Tiga Korban Bisa Kabur, Lari Ketakutan dan Berlindung di Gereja

Saat ada kesempatan untuk kabur, ketiga gadis kemudian melarikan diri dari tempat penyekapan itu.

Mereka kabur dan berlari ketakutan, hingga akhirnya menemukan sebuah gereja dan bersembunyi di dalamnya.

Pengurus gereja kemudian menghubungi seorang biarawati Katolik dan menceritakan nasib ketiga perempuan muda asal NTT.

Setelah dijemput oleh biarawati bernama Suster Laurentina, ketiga perempuan tersebut dibawa ke tempat yang lebih aman.

4. Biarawati Hubungi Wakil Gubernur NTT Kemudian Menjemput Ketiga Warganya

Suster Laurentina kemudian menghubungi Gubernur NTT Viktor Laiskodat juga Wakil Gubernur Josef Nae Soi dan menceritakan kondisi ketiga gadis tersebut.

"Kami berterima kasih kepada Suster Laurentina yang telah menginformasikan kepada saya dan Pak Viktor Laiskodat, bahwa ada calon TKW yang berhasil kabur dari penampungan," ucap Josef.

Mendengar berita itu, Josef langsung terbang ke Medan untuk menjemput ketiga warganya.

5. Polisi Telah Ringkus Dua Pelaku, Satu Korban Belum Ditemukan

Josef mengatakan, sebenarnya korban berjumlah empat orang, tiga berhasil kabur, sedangkan satu orang lainnya masih belum berhasil ditemukan.

Pihaknya akan melacak keberadaan seorang korban lainnya.

Sementara itu, Kasatreskrim TTS Iptu Jamari pada Kamis (11/10/2018) mengatakan bahwa polisi telah menangkap dua pelaku, yakni DS dan PT, terkait kasus perdagangan manusia tersebut.

Kedua pelaku ditangkap di Oesao, Kabupaten Kupang.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.