DOMINO99 - Balita Di Sukabumi Kecanduan Rokok Hingga Habiskan 2 Bungkus Sehari
Balita Di Sukabumi Kecanduan Rokok Hingga Habiskan 2 Bungkus Sehari
DOMINO99 - Entah apa yang ada didalam pikiran bocah umur 2,5 tahun berinisial RAP yang sekarang diduga telah kecanduan roko.
Bahkan, dalam sehari bocah yang umurnya masih balita itu bisa menghabiskan 2 bungkus roko dalam sehari.
Minimnya pengetahuan akan bahaya rokok bagi anak-anak memang masih menimbukan keprihatinan terutama dikalangan masyarakat yang tinggal diperkampungan.
Orangtua RAP pun mengaku pasrah dan tak berani melarang anaknya yang kini sudah kecanduan rokok.
Sebab, putra bungsu dari pasangan Misbahudin (36) dengan Maryati (35) warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini bisa mengamuk seharian.
"Terus-terusan minta, ngamuk. Gak mau jajan, ngerokok sekarang mah. Saya bilang, gak boleh ya, ya ngamuk, mau gimana lagi," ungkap kepada wartawan, Senin (13/8/2018).
Menurutnya, sang anak sudah rutin menghisap roko sekitar 1,5 bulan lamanya.
Bahkan, sang anak menjadi lebih memilih menghisap roko ketimbang jajan makanan layaknya usia anak-anak.
"Dalam sehari bisa menghabiskan sampai dua bungkus rokok," ungkap Maryati, ibu RAP saat ditemui dirumahnya Selasa (14/8/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.
Maryati becerita, putra bungsunya itu kerap kali mengamuk ketika tak dikasih roko.
"Tiap hari ngamuk terus, pagi-pagi tuh jam 05.00 WIB ngamuk terus minta rokok, mau jam 03.00 WIB bangunnya juga minta rokok ngamuk," kata Maryati kepada wartawan, Senin (13/8/2018).
Sebagai orangtua, Maryati juga tak tahu persis kapan pastiya anaknya itu mengenal rokok.
Menurutnya, awal mula sang anak mengenal rokok ketika RAP kerap kali memungut puntung rokok untuk dia kumpulkan.
"Ini ada 1 bulan setengah, pertama dia mungutin puntung (rokok), terus aja dia kumpulin," kata Maryati.
Semula, Maryati mengira bahwa puntung-puntung rokok itu akan dimakan oleh RAP hingga dia pun mencoba melarangnya namun anaknya itu malah marah-marah.
"Mau nyari apa ?, jangan dimakan !, buang yah, buang. Dibuang malah marah, terus aja gitu," ucap Maryati.
Hingga akhirnya, Maryati menuturkan, pada suatu hari anaknya itu meminta untuk menghisap puntung rokok yang dia pungut itu.
Ketika dicegah, kata dia, RAP kerap marah-marah dan mengamuk sampai akhirnya terus menerus kerap meminta rokok.
"Tiap hari ngamuk terus, pagi-pagi tuh jam 05.00 WIB ngamuk terus minta rokok, mau jam 03.00 WIB bangunnya minta rokok ngamuk. Kan diisep tuh (rokok) barusan, tidur sampai dibawa-bawa, dia bangun nyariin rokok gak ada karena saya bawa, dia ngamuk," ungkapnya.
Menurut Maryati, sejauh ini kondisi kesehatan putranya masih terbilang baik.
"Enak katanya, barusan juga (RAP) ditanya, enak katanya," ungkap Maryati.
Rupanya bukan cuma rokok, bocah kecil itu juga kerap kali ngopi seperti orang dewasa.
"Selain merokok, anak saya juga suka ngopi. Tapi kopinya yang moccacino," tutur dia.
"Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok," sambungnya.
Kendati demikian, dilubuk hatinya yang paling dalam berkeinginan agar putra bungsunya itu berhenti merokok.
Namun, ia mengaku sudah kebingungan dan kehabisan akal agar sang anak tidak lagi menghisap rokok.
"Ya, ingin sekali anak saya bisa berhenti merokok dan ngopi, tapi gak tahu bagaimana," ungkapnya.
Sementara itu, Paman RAP yakni Epi Supena (38) mengatakan sering kali melarang keponakannya agar tidak menghisap roko.
"Saya juga sering melarang kalau pas melihat keponakan saya merokok," katanya.
Malahan, bocah kecil itu berlari sembunyi ketika dilihat sang paman sedang asik menghisap roko.
"Kalau kelihatan sama saya, dia takut. Malah rokoknya dibuang dan langsung sembunyi," tambah Epi.
Sekedar mengingatkan, apa yang dilakukan bocah umur 2,5 tahun di Sukabumi itu tak patut untuk ditiru yaa terutama oleh anak-anak.
Para orangtua juga diharapkan bisa mendidik anaknya dengan baik dan mengedukasinya terkait bahaya roko bagi kesehatan anak.
Balita Di Sukabumi Kecanduan Rokok Hingga Habiskan 2 Bungkus Sehari
DOMINO99 - Entah apa yang ada didalam pikiran bocah umur 2,5 tahun berinisial RAP yang sekarang diduga telah kecanduan roko.
Bahkan, dalam sehari bocah yang umurnya masih balita itu bisa menghabiskan 2 bungkus roko dalam sehari.
Minimnya pengetahuan akan bahaya rokok bagi anak-anak memang masih menimbukan keprihatinan terutama dikalangan masyarakat yang tinggal diperkampungan.
Orangtua RAP pun mengaku pasrah dan tak berani melarang anaknya yang kini sudah kecanduan rokok.
Sebab, putra bungsu dari pasangan Misbahudin (36) dengan Maryati (35) warga Desa Tenjojaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi ini bisa mengamuk seharian.
"Terus-terusan minta, ngamuk. Gak mau jajan, ngerokok sekarang mah. Saya bilang, gak boleh ya, ya ngamuk, mau gimana lagi," ungkap kepada wartawan, Senin (13/8/2018).
Menurutnya, sang anak sudah rutin menghisap roko sekitar 1,5 bulan lamanya.
Bahkan, sang anak menjadi lebih memilih menghisap roko ketimbang jajan makanan layaknya usia anak-anak.
"Dalam sehari bisa menghabiskan sampai dua bungkus rokok," ungkap Maryati, ibu RAP saat ditemui dirumahnya Selasa (14/8/2018) seperti dikutip dari Kompas.com.
Maryati becerita, putra bungsunya itu kerap kali mengamuk ketika tak dikasih roko.
"Tiap hari ngamuk terus, pagi-pagi tuh jam 05.00 WIB ngamuk terus minta rokok, mau jam 03.00 WIB bangunnya juga minta rokok ngamuk," kata Maryati kepada wartawan, Senin (13/8/2018).
Sebagai orangtua, Maryati juga tak tahu persis kapan pastiya anaknya itu mengenal rokok.
Menurutnya, awal mula sang anak mengenal rokok ketika RAP kerap kali memungut puntung rokok untuk dia kumpulkan.
"Ini ada 1 bulan setengah, pertama dia mungutin puntung (rokok), terus aja dia kumpulin," kata Maryati.
Semula, Maryati mengira bahwa puntung-puntung rokok itu akan dimakan oleh RAP hingga dia pun mencoba melarangnya namun anaknya itu malah marah-marah.
"Mau nyari apa ?, jangan dimakan !, buang yah, buang. Dibuang malah marah, terus aja gitu," ucap Maryati.
Hingga akhirnya, Maryati menuturkan, pada suatu hari anaknya itu meminta untuk menghisap puntung rokok yang dia pungut itu.
Ketika dicegah, kata dia, RAP kerap marah-marah dan mengamuk sampai akhirnya terus menerus kerap meminta rokok.
"Tiap hari ngamuk terus, pagi-pagi tuh jam 05.00 WIB ngamuk terus minta rokok, mau jam 03.00 WIB bangunnya minta rokok ngamuk. Kan diisep tuh (rokok) barusan, tidur sampai dibawa-bawa, dia bangun nyariin rokok gak ada karena saya bawa, dia ngamuk," ungkapnya.
Menurut Maryati, sejauh ini kondisi kesehatan putranya masih terbilang baik.
"Enak katanya, barusan juga (RAP) ditanya, enak katanya," ungkap Maryati.
Rupanya bukan cuma rokok, bocah kecil itu juga kerap kali ngopi seperti orang dewasa.
"Selain merokok, anak saya juga suka ngopi. Tapi kopinya yang moccacino," tutur dia.
"Sudah rutin setiap pagi harus ada kopi sama rokok," sambungnya.
Kendati demikian, dilubuk hatinya yang paling dalam berkeinginan agar putra bungsunya itu berhenti merokok.
Namun, ia mengaku sudah kebingungan dan kehabisan akal agar sang anak tidak lagi menghisap rokok.
"Ya, ingin sekali anak saya bisa berhenti merokok dan ngopi, tapi gak tahu bagaimana," ungkapnya.
Sementara itu, Paman RAP yakni Epi Supena (38) mengatakan sering kali melarang keponakannya agar tidak menghisap roko.
"Saya juga sering melarang kalau pas melihat keponakan saya merokok," katanya.
Malahan, bocah kecil itu berlari sembunyi ketika dilihat sang paman sedang asik menghisap roko.
"Kalau kelihatan sama saya, dia takut. Malah rokoknya dibuang dan langsung sembunyi," tambah Epi.
Sekedar mengingatkan, apa yang dilakukan bocah umur 2,5 tahun di Sukabumi itu tak patut untuk ditiru yaa terutama oleh anak-anak.
Para orangtua juga diharapkan bisa mendidik anaknya dengan baik dan mengedukasinya terkait bahaya roko bagi kesehatan anak.



Tidak ada komentar